Negeri yang Terluka

             Negeri yang Terluka

Di kursi emas, wajah palsu terpampang,

Janji busuk terucap, hati penuh curang.

Rakyat tercekik aturan yang mencekik,

Pejabat berdansa di atas penderitaan yang terinjak.

 

Kobaran amarah membakar jalanan,

Teriakan pilu menggema, lawan kebohongan.

Darah mengalir, sesama anak pertiwi,

Nyawa melayang, hanya angka yang terlupa.

 

Gedung hangus, kaca pecah berantakan,

Gas air mata, simfoni kepedihan.

Mereka menonton, mata hati membeku,

Tertawa puas, derita jadi tontonan lucu.

 

Oh, Ibu Pertiwi, terkubur serakah,

Hukum jadi alat, keadilan punah.

Empati mati, lahirkan monster keji,

Namun rakyat bangkit, takkan berhenti.

 

Empati yang mati adalah tawa di atas nestapa,

Derita dianggap drama, bukan realita.

Namun dari puing, harapan kan merekah,

Negeri yang terluka, bangkitlah!


Kefamenanu, 03-09-2025

By:RM

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahligai Cinta: Janji Erfan dan Gersy

"Ke Dalam Tangan-Mu": Simfoni Pengabdian

Doa yang Kupuisikan: Catatan Rahasia di Balik Purnama