Menjawab Tanya

Mungkinkah begitu? tanya sang senja,

Saat malam berbisik, bintang pun meredup.

Bolehkah hati ini berharap lebih,

Dari sekadar mimpi yang tak bertepi?


Mungkinkah begitu? tanya jiwa yang resah,

Saat rindu menggebu, tak bisa terpecah.

Bolehkah ku sentuh bayangmu di sana,

Walau hanya sekejap, lalu menghilang sirna?

 

Mungkinkah begitu? tanya hati yang berani,

Saat cinta bersemi, di tengah sunyi.

Bolehkah ku ungkap semua yang kurasa,

Tanpa takut terluka, tanpa ragu binasa?

 

Mungkin saja, jawab sang waktu yang bijaksana,

Jika kau percaya pada keajaiban cinta.

Mungkin saja, jawab semesta yang luas,

Jika kau berani melangkah, tanpa merasa cemas.

 

Boleh saja, jawab hati yang tulus,

Jika kau siap menerima, tanpa harus membalas.

Boleh saja, jawab jiwa yang merdeka,

Jika kau ikhlas mencinta, tanpa syarat dan duka.

 

Jadi, mungkinkah begitu?, dan bolehkah? " Maka, saat ini, sebelum senja itu berlalu begitu saja dari pandanganku,  akan kujawab, dengan lima nada sendu yang menampilkan keindahannya masing-masing"

Pertama, Layarkan hatimu, meski ombak keraguan menghadang. Karena di ujung samudra keberanian, cinta sejati menanti sebagai mercusuar abadi.

Kedua, Sirami benih kerinduan dengan keberanian, rawat dengan ketulusan. Kelak, taman cinta akan bermekaran, mewangi dalam keabadian.

Ketiga, Gantungkan harapan setinggi bintang, meski gelapnya malam menghadang. Karena setiap kilau adalah janji, bahwa cinta sejati akan menuntunmu pulang.

Keempat, Bangun jembatan antara dua hati, meski jurang pemisah terbentang lebar. Karena cinta adalah arsitek ulung, yang mampu menyatukan dua jiwa dalam harmoni yang abadi.

Kelima, Biarkan hati menjadi melodi, jiwa menjadi lirik. Jika iramanya selaras, terciptalah simfoni cinta, yang menggema melintasi ruang dan waktu.


Sekarang, aku ingin berbalik bertanya padamu, apakah jawabanku dapat kau terima dan cerna?, bagaimana dengan rasanya?


Kefamenanu, 27 September 2025.

By;RisenManek.

 

.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahligai Cinta: Janji Erfan dan Gersy

"Ke Dalam Tangan-Mu": Simfoni Pengabdian

Doa yang Kupuisikan: Catatan Rahasia di Balik Purnama