Cerita Dari Senja



Di tamasya suatu waktu, di antara gulungan ombak dan jingganya senja.

Adam, dengan sebuah pena dan buku yang sedikit usang di tepian.

Dengan lambaian sapu tangan yang basah.

Ia menulis kerelaan di atas pasir putih, lalu menunggu ombak menggulungnya ke lepas pantai.


Di senja kemarin

Adam terlihat seperti mata dan air mata atau sunyi dan malam.

Dalam tugas dan pilihan, ia menyisakan celah untuk merenung sembari menunggu

Pengharapan ditanah terasing, detik-detik pulang sang senja kian menghilang.


Di atas butiran pasir putih, adam meninggalkan jejak.

Apakah masih ada harapan bagi ia yang rapuh?

Dalam diamnya, alam menawarkan cerita

Tentang kehidupan, tentang cinta dan cita



Tak ada bising.

Yang ada pada Adam, ialah hening.

Di dalam sunyi 

Ia menerjemahkan ombak yang  berbunyi, seperti menunggu kabar, penuh kesabaran



#Risenmanek





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahligai Cinta: Janji Erfan dan Gersy

"Ke Dalam Tangan-Mu": Simfoni Pengabdian

Doa yang Kupuisikan: Catatan Rahasia di Balik Purnama