MENYAMPUL LUKA DENGAN SENJA
Ada diksi yang menginfeksi rasa menjadi candu
Ia memanggil dengan afeksi yang intuisi
Pada sajak pertama puisinya ada bait rindu yang terselip
Ia sematkan dalam jenis flora yang berduri. Sungguh!
Ada rindu yang mengekang raga
Tapi ia pergi meninggalkan jiwa saat matahari bersinar.
Lalu Pada sekuntum mawar yang perlahan menyembul keluar
Ia menyuguhkan secawan air mata kerelaan
Ada angan yang terbang bersama angin
Berlabuh tanpa arah sebab ia bersembunyi di balik aksara
Membawanya pergi menuju ketiadaan
Lalu pada musim yang sepi ia menuggu burung camar ditepian
Berharap ada yang dapat menyampul luka, dan dukanya
Tapi sayang.! Semuanya semu
Tak ada yang berbalik untuk singgah atau sekedar menegur sapa.
Lalu ia kembali pada peraduanya sembari menyampul kembali benang hatinya yang terluka bersama senja
Kefamenanu, 26-09-2024(Rm)

Komentar
Posting Komentar