AKSARA RASA


              

Sajak ini kurangkai untuk menceritakan batin.
Pena masih menggesek antara kertas dan tinta.
Dalam imajinasi, kata-kata berbisik bak sepoian angin.
Melantunkan nada dalam nadi yang hening.

Dalam aksara rasa, aku menyulammu dengan benang hati.
Mengabadikanmu dalam berangkas jiwa
Sebab kau adalah sajak yang tak biasa
Sajak yang tercipta atas  dasar rasa yang pernah ada.

Tak ada yang bisa kulakukan.
Mengabadikanmu dalam diksiku adalah tindakan berani
Mencintaimu adalah suatu tindakan nurani
Sajak ini kujadikan sebagai pelabuhan. 
Agar bisa kutambatkan perahu candik yang pernah terhempas jauh.


Sajak ini tercipta dari dasar rasa yang paling dangkal.
Kau adalah makna yang paling teduh diantara semua kalimat.
Kau adalah bait yang kurangkai dengan dandanan tinta emas.
Semoga kau merasakan makna yang tak terungkapkan.




Kefamenanu, 20-06-2024
(Risen_Manek)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahligai Cinta: Janji Erfan dan Gersy

"Ke Dalam Tangan-Mu": Simfoni Pengabdian

Doa yang Kupuisikan: Catatan Rahasia di Balik Purnama