Algoritma Kecanggungan






Dalam kebisuan yang  subuh dan tabah

Aku menyisipkan algoritma yang amat dalam

Bukan tak mampu mengatakan apa  yang dirasakan

Entahlah algoritmaku selalu menjadi canggung.


Dalam lamunan karsa, aksara rasa menjadi terasa.

Secuil damba mengebu bersama deruan peluru.

Yang tak bisa kujelaskan dengan gerakan bibir.

Tapi kau pasti memahaminya.


Dalam imajinasi yang nyata

Aku menyisipkanmu dalam sajak rasa.

Lalu kau dapat menyelaminya dalam bahasa apa saja

Itulah sajak rasa yang meninggalkan jajak.


Dalam ilustrasi yang konyol 

Aku seperti sketsa yang tak bernyawa

Yang terjebak dalam seni rupa  dan seni pura-pura

Adahkah kau memahamiku?


Dalam algoritma yang canggung;

Aku mengabadikanmu dalam lumbung hati

Menyimpanmu dalam brangkas jiwa

Karena memilikimu adalah diksi terbaikku dalam merangkai kata.



24/03/15(Ruang kantin(STP. ST PETRUS KEUSKUPAN  ATAMBAUA)

@R_Manek



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahligai Cinta: Janji Erfan dan Gersy

"Ke Dalam Tangan-Mu": Simfoni Pengabdian

Doa yang Kupuisikan: Catatan Rahasia di Balik Purnama