Proposal Hidup

 



Aku mendapati diriku terjebak dalam sebuah paradigma yang bisa jadi ini ambigu.
Dalam lamunan aku sepertinya berteriak, terkadang menyalak seringkali tersendak.
Sebuah konsep romansa yang belum pasti aku akan berperan dalam ceritanya.
Benarlah bila kukatakan aku seperti ambigu dalam lamunan yang dalam kuberi nilai separuh tentang alunan nafas yang carut marut.
Memperjuangkan, melakukan tanpa tahu yang di inginkan.
Ini sebuah tentang, tak peduli nanti siapa, apa dan bagaimana.?
Semesta menulis takdirnya tanpa kompromi.
Mengagetkan mimpi yang harmoni, benarlah bila kukatakan mimpi adalah kunci, karena ia berikan neraca kehidupan sebagai ukuran.
Pikirku "aku tak suka menimbang"
Hematku "aku tak senang naik timbangan"
Tapi itu aku mempunyai dream..
Aku ingin menjadi tinta yang paling terang dalam tulisan proposal hidupku.
Konyol memang, tapi aku sedang menulisnya.


Haliwen 29-01-24
Rm








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahligai Cinta: Janji Erfan dan Gersy

"Ke Dalam Tangan-Mu": Simfoni Pengabdian

Doa yang Kupuisikan: Catatan Rahasia di Balik Purnama