Menjawab Tanya!





Di bawah langit ini tidak ada yang berhenti.

Bahkan dalam tidurpun mimpi terus menari-nari.

Hidup adalah seumpama lemparan dadu.

Setiap orang punya giliran untuk menang pun untuk kalah.


Langit mulai merintikkan air matanya.

Sedangkan aku berkaca pada mata air yang keruh.

Diam-diam coba kutanam rindu di ladang hati.

Maka, sebelum mata terkatup. Aku ingin menjawab tanyamu


Pada hari kemarin; 

Mungkin kau terjebak dalam prahara waktu

Pada hari ini;

Awan menyampaikan isyarat, bahwa matahari akan pensiun dini


Vibrasi kalbu membawa seuntai sajak dari sang pengagum.

Pada hari esok;

Jika penyair tak bersyair lagi, bulanpun tak terlihat lagi

Maka, wahai pengagum, ketahuilah, kau telah tiba di penghujung kata.


Suatu hari nanti;

Jika senja mengharkanmu pada pilihan; menempuh malam atau melanjutkan perjalanan

Satu hal yang ingin kukatakan;

Aku tak akan membuatmu resah.



@risenM(19_12_23)






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahligai Cinta: Janji Erfan dan Gersy

"Ke Dalam Tangan-Mu": Simfoni Pengabdian

Doa yang Kupuisikan: Catatan Rahasia di Balik Purnama