Aksara Rasa Seorang Sahabat
Semesta menulis takdirnya tanpa kompromi
Mengagetkan mimpi yang harmoni
Mereka melangsa menemui hidup yang miris, padat sarat dan melangsat
Mereka tentu menyimpan rindu yang amat sangat
Mereka sahabat lama yang akrab disapa ina' ama
Mereka menua tapi ingin menuai
Mereka menabung rindu sampai menggunung
Itulah mereka yang ingin mengecup harum kerudung sang khalik.
Kau bersama dengan mereka tapi terbelah oleh masa.
Demi cinta pada mereka, kau menikmati jalan kehidupan
Bahkan tak jarang kau menatap dari kolong langit
Mencari makna yang terselubung dibalik usia yang terkikis oleh waktu.
Berapa kali kau berpikir?
Berapa kali kau ingin menjadi angin yang tak bisa menua?
Orang-orang berubah sebelum musim mengubahnya
Semakin lama, segala sesuatu kian bernama, termasuk genangan kenangan yang kau namakan kerinduan seorang sahabat lama.
Dunia entah kapan berakhir.
Usia mereka pergi satu demi satu, batu mengecil satu demi satu.
Kerasnya hidup tidak bisa dilembutkan dengan perasaan melainkan perasaan pengalaman dalam waktu.
Entah kapan kau menemukan pulaumu.?
Penyanyi kesukaan menjadi tua, namun lagu mereka tetap belia, bermain main di pekarangan ingatan kita.
Tentang nurani yang terkekang raga yang pernah ada
Berbicara dengan kebisuan tak abadi, tapi selalu ada
Kunamakan ini aksara rasa seorang sahabat.
Oelnitep, Risen_manek

Komentar
Posting Komentar