Kesadaranku Sebagai Pendosa
Tanpa kusadari
Dihadapan kepala-kepala
Dengan penyangkalan dan ketidak setiaan yang pernah kulakukan
Disitulah secara perlahan aku menyerahkan Engkau untuk diadili, hanya demi sekeping perak
Tanpa kusadari
Di depan manusia hina- dina
Dengan mulutku yang penuh dengan janji-janji palsu yang sudah kulakukan
Disitulah aku perlahan merakit cambuk untuk memukul-Mu
Tanpa kusadari
Di taman eden kau melarang manusia memetik dari pohon pengetahuan
Tetapi dengan kemunafikan da keserakahan yang sudah kulakukan
Disitulah aku secara perlahan-lahan memahat salib bagi-Mu
Tanpa kusadari
Di tapak jalan menuju kalvari
Dengan kesombongan yang kulakukan
Aku perlahan mulai merajut perjalanan yang melelahkan bagi-Mu
Tanpa kusadari
Ketika Sudah di puncak kalvari
Dengan tangan ketamakan yang sudah kulakukan
Aku perlahan mulai menyodorkan paku untuk menembusi kaki dan tangan-Mu
Tanpa kusadari
Dihadapan manusia yang tak manusiawi
Dengan duri kata-kata yang pernah ku ucapkan
Disitulah aku secara perlahan mulai menganyam mahkota duri untuk-Mu
Tanpa kusadari
Dihadapan dunia yang angkuh
Dengan mataku yang jalang, aku lupa menghapus airmata sesamaku
Disitulah aku mulai merancang mata tombak untuk menembusi lambung-Mu
Tanpa kusadari
Rintih pilu terdengar di puncak kalvari
Dari atas palang kayu salib yang kupahat Dia bedoa bagiku
"YA BAPA AMPUNILAH MEREKA SABAB MEREKA TIDAK TAHU APA YANG MEREKA PERBUAT"
Aku, kau, dia dan mereka yang adalah kita. Manusia-manusia dengan beribu-ribu dosa, yang diselamatkan oleh SATU NYAWA hanya untuk keselamatan yang akan digenapi.
Ya Bapa Ampunilah Kami sebab kami Tidak Tahu Apa yang telah Kami Perbuat.
Kefamenanu, 07 April 2023
@Risen_M

Komentar
Posting Komentar