SUATU HARI
Suatu hari, setelah gerimis dimata, angin berbisik ditelingaku
Tentang mendung yang tak terbendung
Tentang lambung yang tak berlumbung
Tentang hujan yang tak meniggalkan pelangi
Suatu hari, setelah genangan mengering, angin bersbisik ditelingaku
Semakin lama, segala sesuatu kian bernama
Termasuk genangan genangan air matamu
Yang kau namakan air mata kenangan
Suatu hari, setelah menjahit benang perasaan yang robek, angin kembali berbisik ditelingaku
Jadi baik tidak selalu dapat baik
Berbuat baik tidak selalu dapat baik
Tapi jadi baik itu sudah pasti lebih baik
Suatu hari, untuk kesekian kalinya, angin kembali lagi untuk berbisik ditelingaku
Bahwa dendam itu jahat, pendam itu sakit
Namun setiap orang diciptakan dengan dandanannya
Kau memerlukan luka untuk menjadi pengertian
Suatu hari, aku ingin menjadi seperti angin yang tak bisa menua
Yang memberi nafas pada denyut nadimu
Aku ingin menjadi seperti pelangi
Yang selalu ada ketika genangan air mata di kolam pipimu
Aku tak pandai berkata-kata
Namun ada banyak kata yang ingin kuluapkan
Ijinkan aku memelukmu dengan lengan puisiku yang memberi hangat dalam sunyimu yang dingin
Kunamakan ini: tamasya suatu hari
19 februari 2023_Nurobo

Komentar
Posting Komentar