EPISODE DIAM

 



Dibawah langit ini tak ada yang 
berhenti!
Bahkan dalam lelap tidurpun mimpi terus 
menari-nari.
Kemana perginya puncak yang semakin kudaki terasa semakin meninggi?
Tak ada waktu untuk mengaso atau sejenak membaca kembali kertas yang baru saja ku sajaki.
Sungguh hidup terlalu cepat untuk diabaikan walau hanya sepersekian detik mata mengedip tak disadari.
Dalam diam coba kutanamkan dalam hati tentang cinta dan kerinduan 
Untuk ibu yang melahirkanku
Untuk tanah yang menopangku
Dan untuk Tuhanku yang setia menuntunku
Dibawah langit ini tak ada yang 
kalah!
Yang ada hanyalah Diam 
Suatu hari nanti jika sajakku meninggalkan jejak
Aku mohon jangan menulis apapun di atas air
karena hanya sia-sia belaka
Dalam diam coba kugantungkan harapan pada prakarsa waktu
Malam ini dibawah langit kefamenanu
Aku terdiam menatap rembulan yang bergantung lantaran langit telah menjadi DIAM.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahligai Cinta: Janji Erfan dan Gersy

"Ke Dalam Tangan-Mu": Simfoni Pengabdian

Doa yang Kupuisikan: Catatan Rahasia di Balik Purnama