KOPI


Karena kemarin kuseduh segelas kopi
     Untukku dan untuk Tuhan
Asapnya mengepul, naik bagaikan korban bakaran abraham
    Tuhan menerima kopi itu saat ku suguhkan
    Lalu kami sama-sama menyeruput kopi itu
             Ah, aku dan Tuhan mengopi
                   Kopi hitam,hangat
       Ku kisahkan hidupku pada Tuhan
    Hidup yang tak senikmat kopi hitam
      Sekedar menghilangkan canggung
Dan Tuhan dengan setia mendengar keluhku


Rm☆




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahligai Cinta: Janji Erfan dan Gersy

"Ke Dalam Tangan-Mu": Simfoni Pengabdian

Doa yang Kupuisikan: Catatan Rahasia di Balik Purnama