GALERI TULISANKU
Suatu hari aku membuka galeri tulisan tulisan ku
Yang pernah kusuntingkan bersama angin dalam angan dan ingin
Aku ingin menjadi angin yang selalu membawa angan untuknya
Aku ingin menjadi kenangan dalam angannya
Aku ingin menjadi puisi yang selalu ingin di selaminya
Aku masih disini bersandar dibawah pagar tua yang mulai melapuk
Sembari bernaug dibawah pohon yang lebih tua dari usiaku
Sesekali aku terpikir pada sang pengagum yang masih rahasia
Aku masih disini dengan tanyaku
Apakah dia memiliki perasaan lebih selain sebagai pengagum
Dibawah kolong langit yang mulai menghitam kulayangkan 1 dari 101 tanyaku bersama angin yang membawanya jauh terbang tinggi tinggalkan gunung mutis dan lakaan
Aku ingin berangan dalam dingin disini 100 hari lagi
Sembari menanti jawaban dari semesta
Jawaban yang dibawa oleh sepasang merpati yang tak pernah ingkar janji
Yang membawa pesan dari pengagum rahasia
Sungguh aku bagaikan tanah tandus yang merindukan air hujan
Aku masih disini dengan perasaanku
Membuka lembaran perasaan yang pernah dikagumi
Maka wahai pengagum rahasia
Telah kupahatkan didinding hatiku terimaksih yang tak berkesudahan
Jika kau mengagumiku karena lontaran kata kata
Maka terimalah kata kata ini sebagai cendramatamu
" Pergilah kelaut duka tebarkanlah jala suka citamu dengan kasih dan setia maka cita dan cinta akan kau bawa pulang menuju pesisir pasti"
(Selamat menyelami ocehan malamku pengangum rahasia. ambil hadiahmu di
AMSAL 3 AYAT 3)

Komentar
Posting Komentar