DENYUT DI TANAH PASTORAL

 

           


Ketika mentari mulai ambai di ufuk timur
Sejuk embun dan iringan lonceng menyapaku
Tanah-tanah pastoral basah kuyup diguyur arus kehidupan
Sejuta harapan sejalan dengan air hujan kali ini


Berkasutkan perjuangan
Aku menapaki lorong-lorong nan becek
Pijakanku bernuansa penuh pengharapan
Disini aku mencari dan menyerap nilai kehidupan


Di tengah deraian kata-kata motivasi
Cecerkan mentari perjuangan bagiku
Menebarkan pula rayuan kesetian bagiku
Aku ditaburi dengan untaian nada perjuangan
Yang di baluti pula dengan pengetahuan


Sungguh..
Aku bagaikan bunga bakung
Yang berbau harum dan berhati putih
Yang di tabur di tanah harapan untuk menuai di masa depan
Jayalah selalu Almamaterku.




Kefamenanu_14/03/2022
(Risen_manek)





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahligai Cinta: Janji Erfan dan Gersy

"Ke Dalam Tangan-Mu": Simfoni Pengabdian

Doa yang Kupuisikan: Catatan Rahasia di Balik Purnama