SESALKU
Suatu hari aku terbangun dari mimpi.
Mimpi yang menghanyutkanku ke samudra angan dan kenangan.
Aku mencoba mencari jejak-jejak pertemuan.
Jejak yang pernah kita tinggalkan didermaga cinta indah berseri.
Butiran putih pasir putih.
Hilang sudah di kejauhan.
Angan dan kenagan indah yang telah terkikis oleh waktu.
Mungkin telah menjadi butiran debu.
Aku dan sesalku.
Berlayar meninggalkan pesisir pasti .
Mengarungi desiran angin laut yang berhembus.
Hembusan itu membawa partikel-partikel rindu.
Akankah kutemukan kembali dermaga cinta itu.?
Aku dan sesalku.
Masih terombang-ambing ditengah ombak.
Mencari pesisir pasti yang ku tinggalkan.
Tapi sayang.! Tak kutemukan.!
Aku bagaikan sampan tanpa nahkoda.
Yang terombang-ambing dilaut duka.
Aku dan sesalku masih berlayar mencari tujuan.
Sudah lama aku terhempas dilautan lain.
Mencari pesisir yang pernah aku tinggalkan.
Tapi sayang.! Tak kutemukan dari pandangan mata.
Kemana lagi aku akan terombang-ambing?
Sedang tempat bersandar sejenak tak kutemukan.!
Mungkin aku adalah musafir pencari cinta yang sia-sia.
Maka Dipenghujung sayembara sesalku ini.
Aku ingin mempunyai nahkoda , walau itu bukan nahkoda sejati.
Yang akan menuntun aku untuk kembali.
Kembali dari lautan duka yang telah kutaburkan Sesalku.
Komentar
Posting Komentar