Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2024

Pada Mulanya

Gambar
Ia adalah Sabda yang tak berbentuk, pada mulanya.  Bertaburan di atas linangan yang berkaca-kaca. Pada musim yang sunyi matahari nampak di sudut yang lancip Lalu kembali memeluk muara ketika mata berkedip. Itulah hari pertama. Pada mulanya, genangan itu belum terbentuk. Ia meyampaikan apa yang tak terlisankan oleh bibir. Kita hanyalah tubuh, tulang-tulang dan  Jantung yang bekerja lebih rajin dibandingkan mulut Aku dan kamu jatuh dalam cinta dan tidur dalam helaan napas-Nya. itulah hari kedua." "Kunamakan ini Kisah Penciptaan Cinta" +Pastoran Nurobo(RM_ESP)

PEREMPUAN YANG LELAKI

Gambar
Sebelum November menjemput setiap tahun.  Dua puluh tahun yang lalu di hari kesembilan bulan ke sebelas Hadir seorang anak perempuan, dengan bola mata yang indah. Hidungnya nampak seperti pinokio.  Anak perempuan yang persis hasil salinan ayahnya namun dalam versi perepuan. Aku menyebutnya perempuan yang lelaki. Seperti apa pelupuk mata tanpa air mata, laut tanpa gelombang dan merindukan tanpa berharap, adalah ilusi yang tampak nyata karena sebuah perasaan. Ia selalu tersenyum meski hidup cukup menggoyahkannya. Dalam katupan tangannya ia melipat harap pada Tuhan, agar letih dan lesunya di ringankan. Mungkin terlintas dalam hatinya "mengapa harus aku ?, mengapa harus aku yang merasakan sakit ini.? Ia menyembunyikan kepedihan, hanya dengan tersenyum ringan. Aku menyebutnya perempuan yang lelaki. Namun sejauh perjalanan hidupnya belum juga ia temukan apa yang diharapkan. Ia melewati hari-hari yang berat. Maka ia selalu menyempatkan diri untuk bersandar di bahu Tuhan. Adakah keleg...
Gambar
  Dari riuh isi kepala yang menggelegar. Aku sempatkan diri untuk berkencan dengan Tuhan. Belum sempat aku mengadu pada Tuhan. Aku mendengar angin berbisik,  bahwa melukai itu jahat. Aku bertanya pada sisa waktu yang ada. Mengapa hari ini tak seperti hari kemarin? Seolah-olah  semua bunga kini berduri! Akar perasaan manusia pun menjadi nihil. Entahlah.. Orang-orang akan berubah sebelum musim mengubahnya. Mereka akan memberikan  cenderamata dari dasar perasaan yang  nihil. Mungkin itu semangkok luka dan secangkir air mata.  Adakah Manusia di ciptakan untuk itu? Entahlah.. Ketika tutur tak lagi mewakili apa yang tersirat. Sabda itu tak berbentuk, dia adalah lisan. Ini tentang nurani yang tekekang raga yang tak pernah dianggap ada. Entahlah... Mengapa semesta mengagetkanku dari mimpi yang harmoni.? Ketika kedua tangan ku saling berpelukan. Dari katupan tangan yang penuh harap. Coba ku amanatkan dalam hati. Tuhan tidak akan memisahkan kita dari sesuatu yang bai...

Algoritma Kecanggungan

Gambar
Dalam kebisuan yang  subuh dan tabah Aku menyisipkan algoritma yang amat dalam Bukan tak mampu mengatakan apa  yang dirasakan Entahlah algoritmaku selalu menjadi canggung. Dalam lamunan karsa, aksara rasa menjadi terasa. Secuil damba mengebu bersama deruan peluru. Yang tak bisa kujelaskan dengan gerakan bibir. Tapi kau pasti memahaminya. Dalam imajinasi yang nyata Aku menyisipkanmu dalam sajak rasa. Lalu kau dapat menyelaminya dalam bahasa apa saja Itulah sajak rasa yang meninggalkan jajak. Dalam ilustrasi yang konyol  Aku seperti sketsa yang tak bernyawa Yang terjebak dalam seni rupa  dan seni pura-pura Adahkah kau memahamiku? Dalam algoritma yang canggung; Aku mengabadikanmu dalam lumbung hati Menyimpanmu dalam brangkas jiwa Karena memilikimu adalah diksi terbaikku dalam merangkai kata. 24/03/15 (Ruang kantin(STP. ST PETRUS KEUSKUPAN  ATAMBAUA) @ R_Manek