Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2024

MENYAMPUL LUKA DENGAN SENJA

Gambar
Ada diksi yang menginfeksi rasa menjadi candu Ia memanggil dengan afeksi yang intuisi Pada sajak pertama puisinya ada bait rindu yang terselip Ia sematkan dalam jenis flora yang berduri. Sungguh! Ada rindu yang mengekang raga  Tapi ia pergi meninggalkan jiwa saat matahari bersinar. Lalu Pada sekuntum mawar yang perlahan menyembul keluar Ia menyuguhkan secawan air mata kerelaan Ada  angan yang terbang bersama angin Berlabuh tanpa arah sebab ia bersembunyi di balik aksara Membawanya pergi menuju ketiadaan Lalu pada musim yang sepi ia menuggu burung camar ditepian  Berharap ada yang dapat menyampul luka, dan dukanya Tapi sayang.! Semuanya semu Tak ada yang berbalik untuk singgah atau sekedar menegur sapa. Lalu ia kembali pada peraduanya sembari menyampul kembali benang hatinya yang terluka bersama senja Kefamenanu, 26-09-2024(Rm)
Gambar
Jadi baik punya banyak resiko terluka, saat kau baik, kau sering di manfaatkan, sering ditipu. Tapi kau tak bisa membalas dengan hal jahat untuk mereka yang berbuat jahat, dan itu paling sakit. Berbuat baik tidak selalu mendapat balasan yang baik, tapi jadi orang baik itu sudah pasti jauh lebih baik. itulah hidup, seperti tidak adil, mengapa harus jadi orang baik?.  Tuhan di atas sana, sudah menakdirkanmu menjadi pribadi yang baik sejak lahir. Kau digariskan untuk jadi alat bukan penjahat. Kau yang menagis, patah hati, agar suatu saat ia sadar. Kau adalah pelajaran untuk kehidupannya. Kau menjatuhkan air mata hanya untuk menumbuhkan cinta dan menguatkan perasaan orang-orang. Sampai kapan?.....Waktu itu pasti datang. Waktu yang Tuhan sediakan untukmu. Kalau dia yang mendua, yang menyakiti, yang menipu, dan meninggalkanmu, itu justru lebih baik, karena tidak mungkin Tuhan mau memberikan bukan yang terbaik untuk kau yang selalu berbuat baik. Jadi, kau harus sabar dalam iman, tongkat p...