Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2022

ANAK YANG HILANG

Gambar
  Aku pernah menghilang, bukan dihilangkan Hilangku itu membuat mereka cemas Akulah domba yang tersesat  Yang lupa dengan mereka; yang selalu menantiku untuk kembali Sudah lama pula aku bertualang Mencari jalan untuk kembali Agar dapat merekahkah senyum dari meraka yang menantikan kedatanganku Dari laut duka dan samudra nafsu duniawi Aku pernah mencari jalan untuk kembali Tapi sayang aku seakan dibius oleh rayuan dunia Yang membuat lupa: dari mana aku datang Yang membuat lupa: dari mana aku berasal Inilah pergulatan hidupku yang panjang Pernah menjadi pelupa yang baik Aku melupakan jalan pulang ke- kenyamanan Karena terlalu asyik menikmati pesta pora dunia. Inilah jeritan anak yang hilang Masih mungkinkah pintu itu dapat kubuka? Sedangkan kuncinya telah aku patahkan? Aku mencoba mencari jalan untuk kembali Ini pula jeritan dari bibir anak hilang ,yang ingin pulang Aku ingin pulang Aku ingin kembali Aku harus pulang

KUDAMBAKAN CINTA DAN PERDAMAIAN

Gambar
  Hari ini aku tidak seperti kemarin Lantunan cemooh dan sindiran menjadi potret perjalananku Di asingkan adalah kebiasaan hari-hariku. Sakit yang aku rasakan tak di pandang oleh mata manapun. Aku bagaikan pemain sirkus yang membuat mereka tertawa lepas Hingga aku lupa dengan luka disekujur tubuh yang tak berdarah Keluh-kesahku dikira  sandiwara dalam lelucon Aku sedang tidak baik-baik saja, martabat manusiawiku tidak dipandang Apakah aku di takdirkan untuk ini ? Manusia diciptakan sederajat ? Itu omong kosong bagiku Manusia makhluk istimewa ? Itu omong kosong bagiku Sesama adalah kesatuan yang utuh ? Itu omong kosong bagiku Aku memandang pada langit dengan mata yang suram Tubuhku bergetar tak bertenaga Mereka mengangap aku seorang musuh Mereka menyamakan aku dengan binatang Apakah masih ada ketidak adilan bagiku? Potret perjalanan yang tak bernurani Aku diberi seribu satu peristiwa tak manusiawi Aku dihadiahi cerita hidup penuh derita Aku abadikan perjalanan hari ini Dengan m...

DENYUT DI TANAH PASTORAL

Gambar
              Ketika mentari mulai ambai di ufuk timur Sejuk embun dan iringan lonceng menyapaku Tanah-tanah pastoral basah kuyup diguyur arus kehidupan Sejuta harapan sejalan dengan air hujan kali ini Berkasutkan perjuangan Aku menapaki lorong-lorong nan becek Pijakanku bernuansa penuh pengharapan Disini aku mencari dan menyerap nilai kehidupan Di tengah deraian kata-kata motivasi Cecerkan mentari perjuangan bagiku Menebarkan pula rayuan kesetian bagiku Aku ditaburi dengan untaian nada perjuangan Yang di baluti pula dengan pengetahuan Sungguh.. Aku bagaikan bunga bakung Yang berbau harum dan berhati putih Yang di tabur di tanah harapan untuk menuai di masa depan Jayalah selalu Almamaterku. Kefamenanu_14/03/2022 (Risen_manek)