Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2024

EMPAT SEDUHAN KOPI

Gambar
Seduhan Pertama Dihadapan pahitnya kopi, kita hanyalah penganut sepi yang menjadikannya pelarian. Apakah sepi harus selalu jadi jalan pulang? Tidakkah cukup sepi mengiringi luka?. Mungkin kita perlu menerjemahkan luka kedalam kata-kata agar mudah dipahami. Akhirnya kita tiba di penghujung kata berpisah sepersekian senti bukan untuk berhenti dan selesai tapi untuk tanggal lalu tinggal memulai yang baru. Seduhan kedua Dihadapan pahitnya kopi, kita hanyalah tubuh kosong yang menyeruput hangat dan berharap ampasnya tidak terlalalu dalam untuk sebuah kenangan. Pernakah kita menyadari keraiban tanpa menghadirkan ingat? Lupa pun memerlukan rupa? Mengapa tidak kita biarkan saja mereka saling memeluk dalam rupa yang sama? Lupa dan luka barangkali bisa saling memeluk. Akan tetapi, apakah dengan begitu luka menjelma lupa? Atau dengan itu  lupa menjelma luka? Keduanya hanya bisa diam dan saling memandang. Seduhan kedua menghantar kita pada pilihan menempuh malam atau menyelesaikan perjalanan. ...

SENJA

Gambar
Senja, aku ingin memberitahumu suatu hal yang tak pernah kuceritakan pada siapapun. Tentang sebuah asa yang tenggelam dibalik horizon. Hilang begitu saja tanpa ada satupun yang menyadarinya. Malam pun berganti, dan semuanya lenyap tanpa meninggalkan jejak. Pada awalnya tak ada hening Aku mendengar kebisingan ditengah keheningan yang bening dari alam mimpi Sepersekian mata mengedip, tangan melambai, melangkah, tak kusadari! Tak ada waktu untuk melihat atau sekedar membaca kembali kertas kusam yang baru saja kusajaki Aku melihat seorang adam terkulai lemas di perempatan jalan. Sekuntum mawar mekar diatas trotoar tempat adam duduk memeluk lutut Lalulalang tak iseng-iseng, tak ada yang peduli atau sekedar menegur sapa Adam masih terus merajuk, menatapi kebisuan Seisi bumi hening, aku melihat bulan dan bintang bergantung lantaran langit telah menjadi bisu Adam masih terdiam di perempatan jalan itu sambil menjahit kembali benang hatinya yang robek Aku melempar adam dengan senyuman ringan,, ...